Vaksin COVID-19 dan Syarat Perjalanan Keluar Negeri

Pandemi COVID-19 telah mengubah banyak hal dalam aspek kehidupan, dari mulai cara bekerja, berinteraksi, sampai melakukan perjalanan. Dengan tingkat penularannya yang tinggi, segala bentuk pembatasan pun dilakukan untuk meminimalkan penularannya. Sertifikat Vaksin COVID-19 pun menjadi salah satu syarat perjalanan baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Saya pun telah mendapatkan vaksinasi 2 dosis, menggunakan Sinovac. Khusus untuk perjalanan keluar negeri, dari pengalaman saya, ternyata Sinovac tidak diterima semua negara. Ketika saya mengajukan syarat perjalanan ke Arab Saudi, ternyata Sinovac tidak termasuk yang diterima. Arab Saudi informasinya hanya menerima vaksin Pfizer, Moderna, Astra Zenica, dan Johnson & Johnson.

Dari informasi pihak dari Arab Saudi, diperlukan 2 dosis vaksin : Pfizer, Moderna, Astra Zenica atau 1 dosis Johnson & Johnson. Informasi Johnson & Johnson sangat sulit dicari, meskipun di media diberitakan bahwa vaksin tersebut masuk ke Indonesia bulan September 2021.

Situasi dilematis muncul ketika saya diminta untuk mendapatkan vaksin tersebut, tetapi di sisi lain status vaksinasi saya sudah lengkap tercantum di aplikasi peduli lindungi. Ketika saya mencoba mendapatkannya dari puskesmas dan rumah sakit, petugas kesehatan pun menolak memberikan karena status tersebut. Memang dengan sistem pendaftaran secara online, memang database kita akan dapat dicek secara mudah oleh petugas kesehatan.

Para petugas pun menyampaikan alasannya, karena prosedur dan peraturan tentang pemberian vaksin COVID-19 booster saat ini belum diumumkan oleh pemerintah. Tetapi saya pun masih berusaha melakukan pendaftaran online Internasional di KKP, tetapi setelah saya datang ke kantornya, jawaban yang sama pun didapatkan.

Continue reading “Vaksin COVID-19 dan Syarat Perjalanan Keluar Negeri”